Jumat, 19 September 2014
Kamis, 18 September 2014
Rabu, 17 September 2014
Minggu, 14 September 2014
Proyek Rahasia CIA terkuak
Piring Terbang Sampai Pengendali Otak, Ini 7 Proyek Rahasia CIA!
Sudah jadi pengetahuan umum, Pemerintah Amerika Serikat, lewat militer dan CIA, punya banyak proyek rahasia, yang bahkan tak diketahui publiknya sendiri. Menjadi subyek teori konspirasi.
Dokumen-dokumen yang belakangan terungkap ke publik mengungkap keberadaan sejumlah proyek itu, dari yang dirasa lucu, hingga yang berakibat mengerikan. Dari proyek rahasia Angkatan Udara AS membuat piring terbang supersonik hingga penelitia era Perang Dunia II yang menghasilkan senjata pemusnah massal bom atom.
Berikut 7 proyek rahasia militer AS atau CIA yang terkuak ke publik
Proyek Manhattan

Ini adalah proyek yang berujung pada kematian ratusan ribu orang. Dimulai diam-diam pada tahun 1939, Proyek Manhattan, menghasilkan bom atom pertama di muka Bumi.
Riset dipimpin fisikawan Amerika Julius Robert Oppenheimer, kendali proyek secara keseluruhan ada di tangan Mayor Jenderal Leslie Groves dari US Army Corps of Engineers.
Meski melibatkan 30 tempat riset dan produksi yang berbeda, Proyek Manhattan sebagian besar proyeknya dilaksanakan di tiga tempat rahasia: Hanford di Washington, Los Alamos di New Mexico, dan Oak Ridge di Tennesse --yang lokasinya dirahasiakan sampai akhir Perang Dunia II.
Proyek Manhattan menghasilkan rancangan, produksi, dan peledakan dari tiga bom nuklir pada 1945. Yang pertama, menggunakan plutonium dibuat di Hanford, dites pada 16 Juli di Situs Trinity, tes nuklir pertama dunia, dekat Alamogordo, New Mexico. Ledakan menciptakan awan cendawan (jamur) yang membentang selebar 12.200 meter. Kekuatannya setara dengan 15 ribu TNT.
Sebulan kemudian Jepang jadi lokasi uji coba. Bom uranium disebut Little Boy diledakan pada 6 Agustus di kota Hiroshima, Jepang. Yang ketiga, bom plutonium disebut Fat Man, diledakan pada 9 Agustus di atas kota Nagasaki. Sebuah tragedi di akhir Perang Dunia II yang merenggut ratusan ribu nyawa. Dua bom di Jepang adalah satu-satunya senjata nuklir, sampai saat ini, yang digunakan dalam perang.
Hari ketika bom atom meledak, Oppenheimer bersorak atas kesuksesan misinya. Namun beberapa bulan kemudian ia menyesal bukan main. Apalagi, Pemerintah AS menggunakan tragedi Hiroshima untuk mempercepat perlombaan senjata nuklir dan bukan untuk menciptakan perdamaian dunia.
Suatu hari ia bertemu Presiden Harry S. Truman di Gedung Putih dan berkata, "Pak Presiden, aku merasa tanganku berlumuran darah," kata dia, merujuk pada Tragedi Hiroshima-Nagasaki, seperti dimuat Daily Mail. Pernyataan yang membuat Truman marah dan menyebut Oppenheimer sebagai 'ilmuwan cengeng'.
Pernyataan yang sama diucapkan Oppenheimer 20 tahun kemudian. "Saat ini aku menjadi Kematian. Penghancur dunia."
Operasi Paperclip

Pada September 1946, Presiden Harry Truman memberikan izin berlangsungnya sebuah program yang diberi nama Operasi Paperclip -- yang bertujuan 'mencuri' ilmuwan dari Nazi Jerman dan memindahkan mereka ke AS.
Para pejabat dari Office of Strategic Services (cikal bakal CIA) merekrut ilmuwan- ilmuwan Jerman untuk membantu pembangunan di Negeri Paman Sam setelah perang -- sekaligus memastikan pengetahuan ilmiah yang berharga dan strategis tak jatuh ke tangan Uni Soviet, serta Jerman Barat dan Jerman Timur.
Kala itu, pencapaian teknologi Jerman mengejutkan para ilmuwan Sekutu yang ikut dengan pasukan invasi ke Jerman pada tahun 1945.
Roket supersonik, gas syaraf, pesawat terbang jet, rudal jelajah, teknologi stealth dan bahan lapis baja yang lebih keras adalah beberapa teknologi terobosan yang dikembangkan di dalam laboratorium dan pabrik Nazi, bahkan saat Jerman hampir kalah perang.
Amerika Serikat dan Uni Soviet-lah, pada awal-awal Perang Dingin, yang bersaing dan berpacu dengan waktu untuk menemukan rahasia ilmiah Hitler yang belum terungkap.
Pada Mei 1945, pasukan legiun Stalin berhasil menguasai beberapa laboratorium penelitian atom di Institut Kaiser Wilhelm yang terkenal di pinggiran Berlin. Ini memberi mereka teknologi yang kemudian digunakan untuk membangun gudang senjata nuklir Soviet.
Sementara, Salah satu ilmuwan yang direkrut adalah ahli roket, Wernher von Braun, yang menjadi otak misi Apollo Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Dia mestinya tak masuk kriteria karena keterkaitannya dengan Nazi. Von Braun adalah anggota berbagai organisasi Nazi dan memegang jabatan di pasukan khusus Nazi, SS.
Tidak lama kemudian Mayor Jenderal Hugh Knerr, wakil panglima pada Angkatan Udara AS di Eropa menulis: "Pendudukan lembaga ilmiah dan industri Jerman mengungkapkan kenyataan yang mengejutkan bahwa kami sangat terbelakang dalam banyak lapangan penelitian," demikian Liputan6.com kutip dari BBC.
"Kalau kami tidak meraih kesempatan ini untuk menguasai alat dan otak yang mengembangkan teknologi itu dan mempekerjakan mereka, kami akan tetap tertinggal bertahun-tahun."
Proyek Grudge

Sementara Area 51 tak secara khusus ditujukan untuk meneliti makhluk ekstrateresterial, Angkatan Udara AS diam-diam menyelidiki eksistensi UFO.
Proyek Grudge, adalah program jangka pendek yang diluncurkan pada 1949 untuk menyelidiki benda terbang aneh, seperti piring terbang. Misi ini melanjutkan program sebelumnya yang dinamakan Proyek Sign -- yang melaporkan pada 1949 bahwa sebagian penampakan diduga UFO sejatinya adalah pesawat terbang -- yang tak ada data khusus untuk menentukan asal usulnya.
Kritik terhadap Project Grudge, bahwa program tersebut semata-mata ditetapkan untuk menghilangkan prasangka laporan UFO -- untuk menenangkan masyarakat -- dan hanya sedikit penelitian aktual yang dilakukan.
Sebaliknya, banyak pula yang berkata bahwa pemerintah pernah menutup-nutupi proyek ini dari pantauan masyarakat umum, seperti pada awal kasus kecelakaan di Roswell, New Mexico. Pada bulan Juli 1947, pejabat militer mengadakan siaran pers bahwa reruntuhan telah ditemukan dari pesawat luar angkasa asing yang jatuh, namun kemudian menarik kembali pernyataan mereka keesokan harinya.
Dalam bukunya, Edward J. Ruppelt, Kapten Angkatan Udara sekaligus direktur proyek menulis, "Tak butuh banyak waktu saat mempelajari dokumen UFO lama, untuk melihat bahwa prosedur standar intelijen tidak diikuti dalam Proyek Grudge. Segala sesuatu yang dievaluasi dengan premis bahwa UFO sejatinya tak ada. Apapun yang Anda lihat atau dengar, jangan percaya."
Setelah bubar, Proyek Grudge bermetamorfosa menjadi "Blue Book Project" yang pada tahun 1969 resmi diakhiri oleh pemerintah Amerika Serikat.
Area 51

Seperti halnya Segitiga Bermuda, Area 51 adalah salah satu tempat paling misterius di muka Bumi. Banyak teori konspirasi beredar soal lokasi pangkalan militer rahasia AS di Nevada itu.
Ada yang menduga area 51 adalah lokasi perakitan UFO yang jatuh, tempat penelitian alien yang tertangkap. Ada juga yang mengira lokasi itu adalah tempat pengujian senjata rahasia AS, termasuk senjata pengendali cuaca, juga penelitian mesin penjelajah waktu. Bahkan, ada yang menduga area 51 adalah markas organisasi rahasia, Majestic 12, yang bercita-cita mendirikan pemerintahan tunggal di dunia.
Pada Juli 2013, dokumen CIA yang status kerahasiaannya dicabut, mengakui keberadaan Area 51 untuk pertama kalinya. Dalam dokumen disebut, situs rahasia tersebut digunakan untuk menguji berbagai pesawat mata-mata, termasuk U-2 -- pesawat pengintai terkenal.
Lokasi terpencil di gurun yang mengelilingi Danau Groom dipilih karena berdekatan dengan fasilitas pengujian nuklir. "U-2 sangat rahasia," kata jurnalis pertahanan Inggris, Chris Pocock, dan penulis sejarah program pengembangan pesawat U-2 tersebut, kepada BBC. "Mereka mencoba untuk menyembunyikan semua hal tentang itu."
Pesawat U-2 yang dibuat untuk memata-matai Uni Soviet dimasa perang dingin, masih diterbangkan oleh Angkatan Udara AS hingga saat ini.
Dokumen ini mencatat bahwa pengujian pesawat U-2 pada 1950 --dengan ketinggian yang jauh lebih tinggi daripada pesawat komersial -- menyulut "peningkatan yang signifikan terhadap laporan benda terbang yang tak dikenal (UFO)".
"Pada saat itu, tidak ada yang percaya penerbangan berawak bisa terbang di atas 60.000 kaki (seperti U-2), sehingga tidak ada yang menyangka akan melihat sebuah benda yang begitu tinggi di langit," catatan penulis Gregory Pedlow dan Donald Welzenbach.
Proyek MK-ULTRA

Pada tahun 1950-an, CIA meluncurkan program superrahasia, MKULTRA. Tujuannya mencari obat atau teknik yang bisa digunakan untuk mengendalikan pikiran manusia. Lebih dari dua dekade selanjutnya, lembaga intelijen itu menggunakan halusinasi, kondisi kurang tidur ekstrem, dan alat kejut listrik sebagai upaya pencucian otak sempurna.
Ilmuwan CIA melakukan lebih dari 149 proyek riset sebagai bagian dari MKULTRA. Salah satunya, mereka mengetes efektivitas LSD dalam situasi sosial tertentu dengan cara, diam-diam membubuhkan obat di sebuah bar di New York atau San Francisco. Atau menawarkan heroin pada pecandu agar mereka bisa berhalusinasi.
Dihantui skandal Watergate, pada tahun 1973 Direktur CIA, Richard Helms memerintahkan dokumen yang terkait dengan proyek tersebut dimusnahkan. Namun, sejumlah dokumen berhasil lolos, pada 1977 atas nama UU Kebebasan Informasi, sebanyak 20.000 halaman dirilis.
Proyek Iceworm

Pada tahun 1960-an, Angkatan Darat AS memulai sebuah misi rahasia untuk membangun serangkaian situs peluncuran rudal nuklir mobile di bawah lapisan es Greendland. Tujuannya, sebagai landasan rudal jarak menengah untuk menyerang sasaran di dalam Uni Soviet.
Program tersebut diberi kode Project Iceworm, namun, untuk menguji kelayakannya, Angkatan Darat meluncurkan kedok proyek riset yang dinamakan "Camp Century" pada 1960.
Di bawah kedok ini, insinyur membangun jaringan bangunan bawah tanah dan terowongan, termasuk tempat tinggal, dapur, ruang rekreasi, rumah sakit, laboratorium, kamar pasokan, pusat komunikasi dan pembangkit listrik tenaga nuklir.
Pangkalan, yang juga dirahasiakan dari pemerintah Denmark, beroperasi selama 7 tahun. Program itu akhirnya dibatalkan pada 1966, akibat geseran es yang menciptakan kondisi tak stabil. Hingga kini, sisa-sisa Proyek Iceworm terkubur di bawah lapisan es Kutub Utara.
Proyek 1794

Pada tahun 2012, Angkatan Udara AS mengungkap dokumen rahasia, termasuk catatan program rahasia pembuatan pesawat yang bentuknya meniru piring terbang.
Program ambisius itu dinamakan Proyek 1794. Tujuannya,membuat piring terbang yang kuat dan dapat berfungsi untuk melakukan patroli udara. Sekaligus untuk menembak jatuh pesawat pembom Uni Soviet.
Dalam memo tahun 1956 terungkap, pesawat ditargetkan bisa melaju dengan kecepatan maksimal antara Mach 3 dan Mach 4, melayang di ketinggian 100.000 kaki atau 30.000 meter, dan daya jangkaunya maksimal 1.000 mil laut.
Target lain, piring terbang itu bisa terbang di lapisan stratosfer, dengan kecepatan 2.600 mil per jam, kemampuan untuk take-off dan mendarat secara vertikal, dan dikontrol dan distabilkan dengan pendorong jet. Saking cepatnya, perjalanan New York - Miami cukup ditempuh 24 menit.
Lalu bagaimana nasib proyek ini?
Diketahui, para insinyur telah melakukan tahap awal, lalu membangun desain prototipe. Namun pada akhirnya usaha mereka pupus. Proyek ini ditakdirkan gagal, meski para ilmuwan yang terlibat yakin, mereka di jalur yang benar.
Uji coba menunjukkan, desain piring terbang, dari kaca mata aerodinamis, tak stabil dan tak terkendali dalam kecepatan tinggi.
Kendala lainnya adalah soal pembiayaan, untuk meneruskan pembangunan prototipe tersebut membutuhkan uang sebanyak US$3,1 juta atau sekitar US$26,6 miliar jika dibandingkan dengan nilai uang saat ini. Sungguh jumlah yang luar biasa untuk proyek yang belum dipastikan bakal berhasil.
Sejarah Kemunculan Ilmu Sihir
Hakikat keberadaan sihir ini telah disebutkan dalam firman Allah subhaanahu wa ta’ala:
وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, ‘Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.’ Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui,” (QS. Al-Baqarah: 102).Al-Hafizh Ibnu Katsir menukil perkataan As-Saddi ketika mentafsirkan firman Allah: وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ (Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman) ia berkata:
“Di masa kerajaan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, syetan-syetan sering naik ke langit lalu sampai pada suatu kedudukan yang darinya mereka dapat mencuri pendengaran. Lalu mereka mencuri sebagian perkataan dari para malaikat tentang apa yang akan terjadi di bumi menyangkut perkara kematian, atau hal ghaib atau suatu kejadian. Kemudian setan-setan itu menyampaikan hal tersebut kepada tukang sihir, lalu para tukang sihir itu menceritakan kepada manusia hal tersebut dan ternyata kejadiannya mereka temukan seperti apa yang diceritakan oleh para tukang sihir itu.”
Setelah para dukun itu percaya kepada para syetan tersebut maka syetan-syetan itu pun mulai berdusta kepada mereka dan memasukkan hal-hal yang lain ke dalam berita yang dibawanya, para setan itu menambah tujuh puluh kalimat pada setiap kalimatnya. Lalu orang-orang pun mencatat kalimat itu ke dalam buku-buku hingga tersebarlah di kalangan Bani Israil bahwa Jin mengetahui hal ghaib.
SETELAH orang-orang mencatat kalimat itu ke dalam buku-buku hingga tersebarlah di kalangan Bani Israil bahwa Jin mengetahui hal ghaib, kemudian Nabi Sulaiman ‘alaihissalam mengirimkan utusannya kepada semua orang untuk menyita buku-buku sihir tersebut. Setelah semua buku-buku itu terkumpul dimasukkanlah ke dalam peti, kemudian peti itu dikubur di bawah kursi singgasananya. Tidak ada satu pun syetan yang berani mendekati kursi tersebut melainkan ia pasti terbakar. Nabi Sulaiman berkata, “Tidak sekali-kali aku mendengar seseorang mengatakan syetan-syetan itu mengetahui hal yang ghaib melainkan aku pasti menebas lehernya.”
Setelah Nabi Sulaiman wafat dan semua ulama yang mengetahi perihal beliau telah tiada, lalu mereka pun berganti generasi berikutnya, maka datanglah syetan dalam bentuk seorang manusia. Syetan itu mendatangi sekelompok Bani Israil dan berkata kepada mereka, “Maukah aku tunjukkan suatu perbendaharaan yang tidak akan habis kalian makan untuk selama-lamanya?” Mereka pun menjawab, “Tentu saja kami mau,” syetan itu berkata, “Gali-lah tanah di bawah kursi singgasananya (Nabi Sulaiman).”
Syetan pergi bersama mereka dan menunjukkan tempat tersebut kepada mereka, sedangkan dia (syetan yang tampil dengan wujud manusia) berdiri di salah satu tempat yang agak jauh dari tempat tersebut. Mereka berkata, “Mendekatlah engkau kemari.” Syetan menjawab, “Tidak! aku hanya di sini saja dekat kalian, tetapi jika kalian tidak menemukannya kalian boleh membunuhku.”
Mereka menggali tempat tersebut dan akhirnya mereka menemukan kitab-kitab itu ketika mereka mengeluarkannya, syetan berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Sulaiman dapat menguasai dan mengatur manusia, syetan-syetan dan burung-burung yaitu melalui ilmu sihir ini.” Setelah itu syetan tersebut terbang dan pergi, maka mulai tersebarlah di kalangan manusia bahwa Nabi Sulaiman adalah ahli sihir, dan orang-orang Bani Israil mengambil kitab-kitab itu. Ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah ta’ala, mereka (bani Israil) mendebatnya dengan kitab-kitab (sihir itu) sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah ta’ala:
وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا
“…padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir),” (QS. Al-Baqarah: 102).Demikianlah sejarah kemunculan ilmu sihir yang ternyata keberadaannya ketika di masa Nabi Sulaiman ‘alaihissalaam. Dan tersebar ilmu sihir itu dikarenakan ulah tangan-tangan manusia yang kufur kepada Allah ta’ala. Meskipun sihir itu dapat mencelakakan manusia akan tetapi semua itu tidak akan terjadi tanpa kehendak Allah ta’ala. Oleh karenanya kenali-lah Rabb semesta ‘alam ini dengan ilmu yang hak yang dibawa oleh Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga tidak ada satu pun sihir yang dapat mencelakakan kita kecuali atas kehendak Allah ta’ala. Dan Allah Maha pelindung bagi hamba-Nya. Semoga risalah singkat ini dapat dipetik manfaatnya. [rika/islampos/khazanahilmublog]
Senin, 14 Juli 2014
Israel hendak hapus bangsa Arab dari peta dunia
serangan israel ke palestina. ©REUTERS
Sebuah lansiran dari penulis Gideon Levy sungguh mengejutkan. Tujuan Israel asli diyakini bukan menghabisi kelompok pejuang Hamas, namun lebih besar lagi. Mereka ingin membersihkan bangsa Arab.
Membunuh warga sipil Palestina sudah menjadi bagian dari kebijakan Israel, demikian dikatakan Levy seperti dilansir dari surat kabar Haaretz, Ahad (13/7). Israel percaya menghabisi mereka maka Negeri Zionis itu akan aman. Alasan Israel hendak menjatuhkan Hamas sangat tidak realistis dan tidak dibenarkan lantaran di balik itu mereka memiliki tujuan lain yang lebih parah yakni membantai orang-orang berdarah Arab.
Israel telah membuat peta pembantaian itu, setidaknya hal itu bisa dilihat secara gamblang pada stasiun televisi Al Jazeera yang lebih berimbang memberitakan agresi militer Negeri Bintang Daud itu. Levy menegaskan kita semua akan terkejut melihat gambar-gambar ditayangkan Al Jazeera. Mayat-mayat warga Gaza menumpuk dan lebih banyak lagi korban pembunuhan massal makin membuat Israel bangga.
Total korban mencapai ratusan dan 24 di antaranya anak-anak. Israel membombardir sekolah bahkan rumah sakit, namun tak satu pun keadilan bisa menyeret mereka untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Meski secara jelas kejahatan kemanusiaan terjadi di depan mata tapi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) selalu mengatakan serangan mereka sudah sesuai dengan perintah dari pusat. Berbeda dengan keadaan di Irak dan Suriah yang juga tengah konflik. Warga Gaza tak memiliki fasilitas mewah saat ini dibutuhkan pengungsi yakni melarikan diri. Gerbang Rafah sebagai satu-satunya jalan keluar ditutup oleh Mesir sebagai pemilik sah dan ini membuat mereka harus bertahan hidup di tengah gempuran militer Zionis.
Sejak perang Libanon pertama lebih dari tiga dekade lalu, pembantaian warga Arab telah terjadi. IDF tidak berperang melawan tentara dan Hamas namun sasaran utama mereka yakni penduduk sipil. Bangsa Arab seperti tidak mempunyai tujuan hidup, mereka dilahirkan seolah hanya untuk membunuh dan dibunuh, dan Zionis telah menargetkan mereka untuk dihabiskan.
Hamas pun bersalah. Mereka meninggalkan masyarakat sipil Gaza dan memfokuskan diri menyerang militer Israel dari tempat-tempat bersembunyi. Mereka meninggalkan rakyat tak bersalah semakin sengsara di garis perbatasan. Namun tentu saja ini membuat kesalahan Israel semakin berlipat. Mereka menyerang rumah-rumah dan tak satu pun kelompok Hamas berada di sana. Israel melontarkan mortar dengan penghuninya berada di dalam sana.
Pensiunan mayor jenderal Israel Oren Shachor memberikan komentar paling kejam dan tak rasional. "Dengan membunuh warga mereka ini akan menakuti Hamas," ujarnya. Ucapan enteng ini sama sekali tak mendapat respon bahkan dari polisi dunia Amerika Serikat sekalipun. Ucapan ini kejahatan paling terlihat dan mengenaskan.
Perang merupakan hal hina dalam peradaban manusia dan perang paling parah yakni perang tanpa tujuan. Ini yang terlihat antara Gaza-Israel. Dunia jelas tak bisa membayangkan kengerian hidup di Gaza dan ketakutan dirasakan oleh 1,8 juta penduduknya. Jalur Gaza hanya satu contoh wilayah keputus asaan manusia.
Israel telah menyiapkan 1.000 ton bahan peledak dan tanda-tanda kemenangan mereka sudah hampir tercapai. Kematian bagi Arab.
Ardini Maharani
Langganan:
Postingan (Atom)










.jpg)










































